Dalam setiap kehidupan pasti kita selalu dalam suatu maslah karena kita hidup dengan suatu masalah. Masalahnya bukanlah masalah yang menjadi masalah bagi kita tetapi bagaimana kita berusaha untuk menjalani masalah tersebut dengan penuh ketulusan dan berusaha menjadi yang terbaik dengan tidak menyia-nyiakan kesempatan hidup yang telah diberikan oleh-Nya. Setiap makhluk yang bernyawa pastilah memiliki suatu impian yang ingin dia capai karena impian itulah yang membuat dirinya bertahan hidup di muka bumi ini walaupun dia tidak akan pernah tahu apakah dirinya akan meraihnya atau ajal terlebih dahulu yang menjemputnya.
Dalam meraih sebuah impiam yang kita dambakan tak semudah untuk membalikan telapak tangan kita. Impian yang berada nun jauh disana haruslah kita raih dengan penuh cucuran keringat dan darah. Impian tanpa berusaha apa-apa dalah lamunan semata. Usaha tanpa memimpikan apa-apa adalah mimpi buruk belaka. Sejauh mana kita kuat untuk menjalani jalan kehidupan untuk mencapainya sejauh mana kita tetap dalam keadaan yang terbaik bagi kita untuk menghadapinya hanya diri kita dan pemilik diri inilah yang mengetahuinya. Akankah kita meraih sebuah impian itu dengan suatu jalan yang menurut nurani dan hati kita baik ataukah kita menghalalkan segala cara untuk menikmati impian itu padahal impian yang kita harapkan hanyalah sebuah impian sesaat yang tanpa kita sadari kita telah jauh dari impian yang sebenarnya, suatu impian yang selalu kekal didalamnya, pernahkah kita sadari hal ini.
Ujian adalah suatu bagian dari kehidupan yang harus kita alami terlepas apakah ujian tersebut bertujuan untuk membuat kita menjadi lebih baik ataukah ujian tersebut menjadi sebuah peringatan bagi diri kita yang penuh dengan lumpur dosa. Ujian juga dapat kita temui ketika kita menginginkan suatu impian sehingga memaksa kita untuk berpikir dan berkorban dengan spenuh hati. Kadang tak sedikit dari kita merasa menyerah ketika akan meraih impiannya hanya karena mereka tidak sanggup melewati sebuah ujian yang dihadapkan pada mereka. Padahal ujian tersebut diberikan oleh pencipta-Nya kepada dirinya tidak melebihi dari kemampuan mereka untuk menghadapinya. Kadang bagi mereka yang merasa putus asa hidup ini tak adil bagi dirinya padahal Sang Pencipta adalah Maha Adil. Pikiran mereka telah mengalami distorsi oleh diri mereka sendiri yang lebih mengedepankan hawa nafsu duniawi tanpa mereka sadari apa yang telah dilakukan bagi pencita-Nya. Layakkah kita merasa tak adil pdahal tanpa disadari ada orang yang lebih kurang beruntung dibandingkan kita di dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar